Gelaran tahunan ke-15 Red Bull Tennessee Knockout (TKO) kembali hadir di Trials Training Center di Sequatchie, Tennessee pada 8–10 Agustus 2025, mempertemukan para pebalap extreme enduro terbaik dunia. Di antara persaingan yang paling sengit adalah ECR eMoto Race, sebuah kategori yang dengan cepat berkembang menjadi salah satu sorotan utama acara seiring perkembangan motor dirt bike listrik yang kian mengukuhkan posisinya di kancah balap off-road.
Tahun ini menandai momen bersejarah bagi NIBBI Racing, karena tim tidak hanya menerjunkan tiga pebalap tangguh di divisi eMoto, tetapi juga berhasil mengamankan gelar E Moto Amateur Championship melalui penampilan luar biasa dari Osvaldo Neto (#7343). Dengan kecepatan yang luar biasa, konsistensi, serta tekad yang kuat, Neto memukau seluruh arena dan mempersembahkan gelar Red Bull TKO pertama bagi tim NIBBI Racing.

Aksi Balap Selama Tiga Hari
Red Bull Tennessee Knockout terkenal dengan medannya yang ganas serta format balapan knockout yang kejam. Para kompetitor harus bertahan melewati beberapa putaran balap sepanjang akhir pekan, dan hanya pebalap paling tangguh yang berhak melaju ke babak final di hari Minggu.
Jadwal tiga hari untuk gelaran tahun ini adalah sebagai berikut:
- Jumat – Hot Lap Qualifier: Uji waktu timed run untuk menentukan posisi start.
- Sabtu – TKO Race #1: Balapan lintasan penuh untuk kelas Pro dan Amateur eMoto, yang menentukan siapa yang berhak melaju ke babak final.
- Minggu – Final Knockout Races: Penentuan juara di rute lintasan tersulit, tempat kategori Expert dan Amateur eMoto saling beradu demi merebut gelar juara.
Medan di Trials Training Center pada tahun 2025 terasa jauh lebih tanpa ampun. Dengan tambahan rock garden (taman bebatuan), tanjakan teknis, dan trek yang lebih panjang, keberhasilan menyentuh garis finish saja sudah menjadi kebanggaan tersendiri. Bagi para pebalap eMoto, tantangan yang dihadapi menjadi berlipat ganda.
Jumat: Hot Lap Qualifying
Akhir pekan dimulai dengan sesi timed hot lap untuk menentukan urutan start pada hari Sabtu.
Di kelas E Moto Expert, Wallace Palmer (#27)—yang mengenakan perlengkapan resmi NIBBI Racing—mencatatkan waktu putaran yang sangat cepat yaitu 8:37.196. Hasil ini menempatkannya di posisi kedua di kelasnya sekaligus membakar semangat kompetitif bagi seluruh tim.

Di kelas E Moto Amateur, baik Osvaldo Neto (#7343) maupun Noah Palmer (#1366) langsung menunjukkan potensi besar mereka. Neto mencatatkan waktu 10:11.461, sementara Noah Palmer menyusul ketat di belakangnya dengan catatan 10:23.189. Performa impresif keduanya berhasil mengamankan posisi kedua dan ketiga di kelas ini, secara efektif menempatkan NIBBI Racing dalam kendali puncak papan klasemen.

Awal yang sangat kuat: ketiga pebalap berhasil menembus posisi tiga besar di divisinya masing-masing menuju balapan hari Sabtu.
Sabtu: TKO Race
Hari Sabtu menyajikan ujian ketahanan yang sesungguhnya. Para pebalap harus menyelesaikan seluruh lintasan di bawah aturan gaya knockout, di mana hanya pebalap terbaik yang berhak melangkah ke babak final hari Minggu.
E Moto Expert: Wallace Palmer menerjang medan teknis dengan tangguh sambil menjaga ritme kecepatan serta ketahanan fisiknya. Catatan waktu finish 1:16:28.897 membawanya meraih posisi ketiga di kelas Expert. Konsistensinya memastikan dirinya berada di posisi yang sangat menguntungkan untuk memulai babak final.

E Moto Amateur: Noah Palmer (#1366) menyuguhkan penampilan yang sangat luar biasa dengan menyelesaikan lintasan dalam waktu 1:13:48.283, membawanya melesat ke posisi teratas di divisi Amateur.
Osvaldo Neto (#7343) berada tepat di belakangnya, mengamankan posisi kedua dengan catatan waktu 1:17:04.674.

Bersama-sama, Noah dan Osvaldo mengunci posisi finish 1–2 untuk NIBBI Racing di kategori Amateur, yang semakin menegaskan kedalaman serta kekuatan tim. Dengan lolosnya ketiga pebalap secara meyakinkan ke babak final hari Minggu, antusiasme pun kian memuncak menyongsong hari yang berpotensi menjadi momen bersejarah dalam karier mereka.
Minggu: The Final Knockout
Final di hari Minggu selalu menjadi babak paling ganas dalam Tennessee Knockout, dan edisi 2025 bukanlah pengecualian. Lintasannya diperpanjang dengan tantangan teknis yang lebih berat—tanjakan yang lebih curam, bagian bebatuan yang licin, serta rintangan menyiksa yang menguji batas kemampuan pebalap maupun mesin.
Sayangnya, babak final ini juga membawa kabar duka bagi sebagian dari tim NIBBI Racing.
E Moto Expert: Wallace Palmer (#27) bertarung penuh kegigihan, tetapi terpaksa did tak finish (DNF) di pertengahan balapan akibat benturan batu yang merusak pedal rem motornya. Performa awalnya padahal menunjukkan bahwa ia sangat berpeluang meraih podium, namun medan ganas Tennessee kembali menelan korbannya.

E Moto Amateur: Noah Palmer (#1366) mengalami nasib buruk yang serupa, di mana ia juga mengalami kendala mekanis di pertengahan balapan yang membuatnya tidak dapat menyelesaikan babak final. Meskipun menunjukkan penampilan yang sangat menjanjikan di hari Sabtu, medan yang sangat ganas terbukti tidak memberikan ampun.

Namun, di mana beberapa impian harus terhenti, sebuah impian baru justru dimulai.
Osvaldo Neto (#7343), yang bertarung dengan ketenangan luar biasa melampaui usianya, tidak hanya bertahan melewati kejamnya jalur Knockout, tetapi juga tampil sangat gemilang. Di antara 18 kompetitor di kategori Amateur, hanya empat pebalap yang berhasil menyentuh garis finish di lintasan final. Neto tidak sekadar berhasil finish—ia tampil benar-benar mendominasi.

Dengan catatan waktu akhir 1:28:14.206, Neto melintasi garis finish hampir setengah jam lebih cepat dari peraih posisi kedua, Tucker Neary (2:02:31.000). Ini adalah kemenangan yang sangat dominan, sebuah pertunjukan performa yang luar biasa, dan momen yang akan diukir dalam sejarah kategori ECR eMoto di Red Bull TKO.

Refleksi Pasca-Balapan
Menyusul sengitnya persaingan di Red Bull Tennessee Knockout 2025, Noah Palmer (#1366) membagikan pemikirannya kepada para penggemar di Instagram. Setelah berhasil merebut posisi pertama pada hari Sabtu dan mengamankan posisi yang kuat menuju babak final, Noah menghadapi serangkaian kendala mekanis berturut-turut di hari Minggu—mulai dari masalah rantai hingga motor code yang terus-menerus mematikan mesin motornya. Terlepas dari segala rintangan tersebut, ia tetap berjuang keras dengan penuh tekad dan berhasil mendorong motornya melewati garis finish.
Kisah perjuangan Noah dan Wallace mencerminkan esensi sejati dari Red Bull TKO—ketangguhan, keberanian, dan semangat pantang menyerah meski situasi sama sekali tidak menguntungkan. Walaupun akhir pekan tersebut dipenuhi tantangan, momen ini membuktikan kemampuannya untuk bersaing di tingkat tertinggi, sekaligus menjadi pijakan menuju pencapaian yang jauh lebih besar pada balapan-balapan mendatang.



